Tole Sutikno
Associate Professor, Dept. of Electrical Eng., Universitas Ahmad Dahlan

SCImago Journal Rank SCImago Journal & Country Rank
Anda Pengunjung ke:
Free Web Counters

Home > Muktamar > Souvenir

Souvenir



Pedagang Souvenir Muktamar Kelarisan
Sabtu, 03 Juli 2010

Atribut Muktamar Muhammadiyah yang diserbu para pembeli. (Foto: Fira N)

YOGYA (KRjogja.com) - Momentum penyelenggaraan Muktamar Muhammadiyah ke-46 sekaligus perayaan Satu Abad Muhammadiyah membawa berkah tersendiri bagi para pedagang atribut logo Muhammadiyah. Pasalnya, segala pernak-pernik tersebut banyak diminati oleh para penggembira muktamar sebagai oleh-oleh dan kenang-kenangan event akbar ini.

Seperti penjual atribut muktamar asal Klaten, pasangan suami istri H.Sukasno dan Hj. Fatimah Wijayanti mengaku atribut yang mereka bawa habis diserbu para pembeli di stan yang terletak di depan gedung Grha Wana Bhakti Yasa Yogyakarta. Mulai dari kaos, pin, payung, bendera, dan stiker semuanya bergambar lambang Muhammadiyah. Dan yang menarik minat pembeli ialah harga yang ditawarkan pun relatif murah. Untuk kaos harganya berkisar antara Rp25 ribu -Rp45 ribu, payung dan bendera Rp35ribu, dan pin berkisar Rp2000-Rp6000.

“Setiap harinya kami memang berjualan seperti ini di Klaten daerah asal kami. Kami sudah memiliki toko yang memang khusus menjual segala atribut Muhammadiyah dan perlengkapan haji sejak tahun 1999,” ujar Sukasno distandnya berjualan, Sabtu (3/7)

Dikatakannya, kegiatan mereka tersebut merupakan bentuk partisipasi menyemarakan Muktamar Muhammadiyah. Sudah sekitar enam kali penyelenggaraan muktamar, Sukasno membuka stan seperti itu. Untuk muktamar kali ini, ia membuka tiga stan tetap dan satu stan dadakan.

“Saya sudah pernah ikut serta dalam muktamar Muhammadiyah di Jakarta, Aceh, dan Malang. Saya membuka empat stan yakni di UMY, UAD, Prambanan dalam Jambore Nasional 2010 dan di acara pembukaan muktamar ini. Kami memang tergabung dalam Hisbul Wathan salah satu organisasi otonomi di lingkungan Muhammadiyah,” tuturnya.

Khusus untuk stan di acara pembukaan hanya akan digelar satu hari saja yakni hari Sabtu (3/7) sejak pukul 01.00 WIB hingga selesainya acara malam ta’aruf pukul 23.00 WIB. Diakuinya, semua barang yang dijualnya memang merupakan barang pesanan dari beberapa tempat produksi di berbagai daerah seperti contohnya payung yang mereka pesan khusus dari Surabaya. Produk unggulan mereka sendiri ialah CD lagu-lagu Muhammadiyah dan mars dari semua organisasi otonomi Muhammadiyah.

“Untuk CD lagu Muhammadiyah benar-benar kami produksi sendiri dengan mereka suara para penyanyi dari kalangan Hisbul Wathan Klaten sendiri. Bahkan agar tampil beda dan lebih segar, musik dari 14 lagu tersebut kami aransemen ulang,” ungkap ayah empat orang anak ini.

CD lagu tersebut merupakan rekaman ke-2 setelah Muktamar Muhammadiyah sebelumnya yang melibatkan 16 orang penyanyi. CD yang dijamin asli tersebut dijual dengan harga Rp25.000. Selain itu, dalam usaha yang dirintisnya ini, Sukasno ingin memberdayakan remaja-remaja dari kalangan tidak mampu.

“Saya memang lebih cenderung mengajak anak-anak tidak mampu ataupun yatim piatu. Saya hanya ingin mengajarkan sekaligus mengajak mereka semua untuk berjuang hidup bersama-sama karena saya tidak ingin mereka hanya meminta belas kasihan orang lain untuk hidup. Jadi siapapun yang membeli Insya Allah telah mencium bau surga karena semua keuntungan kami gunakan untuk hidup mereka,” paparnya.

Untuk muktamar kali ini, Sukasno tidak hanya mengajak istrinya berjualan, tapi dua anaknya dan saudara-saudaranya pun ikut bergabung. Menurutnya, dirinya terkadang mengalami kesulitan jika ada pembeli yang menawar harga terlalu rendah, padahal dirinya tidak mengambil banyak keuntungan dari hasil penjualannya tersebut. (Fir)

Tole Sutikno - Electrical Engineering Department Copyright 2013