Tole Sutikno
Associate Professor, Dept. of Electrical Eng., Universitas Ahmad Dahlan

SCImago Journal Rank SCImago Journal & Country Rank
Anda Pengunjung ke:
Free Web Counters

Home > Spiritual Food > Jilid I

Jilid I

  1. Mengapa orang yang kelihatan baik-baik tersesat? Sebenarnya orang-orang tersebut sudah menerima ayat-ayat Allah dan sudah memahami benar, tetapi dengan sengaja dia meninggalkan semua kebenaran itu karena faktor duniawi, hawa nafsu dan bisikan setan yang mana menjadi pendorong utama meninggalkan kebenaran itu. Kebenaran yang selama ini diterima, tidak berbekas sedikitpun di dalam jiwanya. Dia lebih memilih hawa nafsu dan bisikan setan, ketimbang keberan itu. Allah memberi perumpamaan seperti anjing. "Dan bacakanlah kepada mereka orang-orang yang telah Kami berikan kepadanya ayat-ayat Kami, kemudian melepasakan diri daripada ayat-ayat itu, lalu dia diikuti oleh setan, maka jadilah dia termasuk orang-orang yang sesat. Dan kalu Kami menghendaki, sesungguhnya Kami tinggikan derajatnya, tetapi dia cenderung kepada dunia dan menurutkan hawa nafsunyayang rendah. Maka perumpamaannya seperti anjing.... dstnya (QS. Al A'raf: 175-176). Maka pernahkah kamu orang-orang yang mana jadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya.. dstnya (QS. Al Jatsyiah: 23).
  2. Sungguh betapa mengerikannya hukuman bagi orang-orang yang melupakan Allah. Dibangkitkan Allah dalam keadaan buta, "Rabbi, mengapa Engkau bangkitkan aku dalam keadaan but, sedangkan dahulu aku bisa melihat? Jawab Allah: Demikianlah datang kepadamu ayat-ayat Kami, maka kamu melupakannya dan begitu pula pada hari ini kamupun dilupakan (QS. Thaha: 126). Melupakan Allah maksudnya adalah tidak mengingat-Nya, tidak mengindahkan, tidak tunduk dan patuh terhadap perintah dan larangan-Nya, dan tidak menunaikan hak-hak Allah. Dzikir itu adalah ta'at kepada Allah. Barangsiapa yang tidak menta'ati Allah, maka dia belum dianggap berdzikir, meskipun dia banyak mengucapkan dzikir, tasbih, tahmid dan takbir." dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada mereka sendiri, mereka itulah orang-orang yang fasik (QS. Al Hasyr: 19). Barang siapa melalaikan Allah maka Allahpun akan menelantarkanya. Bahkan mereka lupa akan dirinya, dibiarkan tersesat, jauh dari ketenangan dan kebahagian.
  3. Bergaul. Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang shadiqin (benar dan jujur) (QS.At Taubah: 119). Dan janganlah kamu cenderung kepada orang-orang dzalim.
  4. Hidup penuh dengan permasalahan apabila hidup ini tanpa ada rasa yakin kepada Allah, kepada ayat-ayat-Nya dan kepada janji dan ancaman-Nya, sungguh pasti hidupnya terombang-ambing di tengah lautan , dihantui rasa ketakutan dan kecemasan karena ia tidak memiliki sandaran yang kuat di dalam kehidupannya. Sebaliknya dgn orang yang hidupnya dipenuhi rasa yakin kepada Allah, segala problematika kehidupan akan dihadapi dengan hati yang tenang, lapang dada. Buah dari keyakinan adalah turunnya pertolongan Allah.
  5. Jadikan sabar dan sholat sebagai penolongmu. Sabar karena Allah, tidak berputus asa berusaha, berikhtiar, berdo'a dan tawakal. Sabar karena Allah untuk melakukan apa yang paling dicintai Allah meski sangat berat bagi badan dan hati, sholat tepat waktu berjamaah di masjid, berbakti kepada orang tua, berjihad di jalan Allah. Amalan-amalan sunnah yang paling dicintai Allah antara lain: Sholat malam, bertaubat, istiqhfar, dzikir hingga menjelang shubuh, puasa sunnah dawud, puasa Senin Kamis dll. Bersedakalah jangan berkeluh kesah kepada sesama hamba Allah ketika sedang diuji Allah, lebih banyak berdiam, banyak bertaubat, istighfar. Sabar karena Allah, untuk menjauhi yang Allah benci meskipun dipikat hawa nafsu dan bujuk raju setan, menjauhi segala yang haram dan syubhat, pacaran yang mendekatkan Zina, Ghibah, membuka aib saudaranya, fitnah, dusta, memutuskan silaturahim. Mendo'akan kebaikan kepada orang yang berbuat dzalim supaya mendapatkan petunjuk dll. Demi Allah, Allah memberikan jalan keluar bagi orang-orang yang bertaqwa dan bertawakal.
  6. Seorang mukmin yang hati dan fikirannya bersih dan ikhlas akan berusaha sungguh-sungguh untuk mensucikan dirinya dari segalah yang dilarang oleh Al-Qur'an demi meraih Ridha Allah. Allah-lah juga yang memberikan pilihan ke dalam hati dan fikiran manusia untuk melakukan dosa dan maksiat tetapi juga diberi jalan untuk menghindarinya. "Dan jiwa serta penyempurnaannya, maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu ke jalan kefasikan dan ketaqwaannnya, sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya. (QS. Asy Syam(91): 7-10)." Sesungguhanya Kami telah menunjukkinya jalan yang lurus, ada yang bersyukur dan ada pula yang kafir (QS. Al-Insan:3). Hati dan fikiran yang bersih dan ikhlas kepada Allah.
  7. Karakter akan terbentuk melalui pendidikan. Di dalam hadist Qudsi Allah berfirman: Aku telah menciptakan hamba-hambaku dalam keadaan hanif sesuai fitrah, bertauhid, kemudian para setan menang menggelincirkan memalingkan mereka (HR. Ahmad dan Muslim). Setan dan bala tentaranya, dari jenis Jin dan Manusia, senantiasa berupaya yang keras menyimpangkan fitrah anak. Melalui berbagai meda, setan dan bala tentaranya terus menerus tiada henti menebar berbagai bentuk kesesatan dan opini yang menyesatkan. Pernyataan-pernyataan indah nan memukau selalu dilansir guna menipun manusia. Pendidikan anak menjadi melenceng. Anak dijejali dengan berbagai pendidikan yang mengarah pada kesibukan duniawiyah. Ditiupkan rasa ketakutan, kekhwatiran was-was terhadap masa depan anak bila anak tak meniti pendidikan sebagaimana kebanyakan manusia. Sebaliknya, beragam citra buruk yang selalu dilekatkan, bila anak menghabiskan waktunya guna mereguk ilmu syari'ah sebagai bekal bagi masa depannya. Setan selalu menebar tipuan. Allah berfirman: Yaitu setan-setan dari jenis manusia dan dari jenis Jin, sebagian mereka membisikkan kepada sebagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu manusia (Al-An'am: 112). Sistem pendidikan sekarang lebih menekankan kepada faktor selain ilmu syari'ah. Pendidikan agama, dalam mata pelajaran sangat minim sekali diberikan kepada anak-anak di sekolah formal di Indonesia. Itupun pendidikan agama dengan bercorak pemahaman. Maka melalui sistem pendidikan yang sekularistik ini bisa menjadi penyebab utama lunturnya fitrah anak. Akibatnya benteng pertahanan moral anak dalam menghadapi gempuran arus kekufuran dan kesyirikan di sekitarnya menjadi amat sangat rapuh. Lahirlah manusia-manusia model Qarun yang menganggap dirinyalah yang menjadikan sukses berhasil dalam kehidupan dunia. Qarun berkata: Sesungguhnya aku hanya diberi harta itu, karena ilmu yang ada padaku (QS. Al Qashash: 78).
  8. Beramal mendapatkan dunia. Maka barang siapa yang dengan amalnya menginginkan selain wajah Allah, meniatkan sesuatu selain mendekatkan diri kepada Allah, serta selain mendapatkan balasan dari-Nya, SUNGGUH dia telah melakukan "KESYIRIKAN" dalam NIAT dan KEINGINAN. Banyak orang dalam kehidupan nyata memperlihatkan diri sebagai pelaku dan pengikut kebenaran, serta menyeru sebanyak-banyaknya orang untuk ikut bersamanya, padahal hati nuraninya tidak dapat dibohongi selalu gelisah.
  9. Senantiasa menegakkan sholat lail dan shodaqoh. Jika diingatkan akan keberadaan Allah, keagungan dan kebesaran, serta ayat-ayat dan tanda-tanda kekuasaan-Nya, hati teringat kepada-Nya. Jika ditakut-takuti betapa berat dan sakitnya tiada terperikan akan siksaan Allah, hati akan takut kepada-Nya. Inilah hati yang mendapat hidayah petunjuk dari Allah. Dia memberikan hidayah kepada siapa yang dikehendakiNya: "Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik yaitu Al-Qur'an, yang serupa lagi berulang-ulang, gemetarlah kulit orang-orang yang takut kepada Rabbnya (QS. Az Zumar: 23). Sesungguhnya orang-orang yang beriman dengan ayat-ayat Kami, adalah orang-orang yang apabila diperingatkan ayat-ayat Kami, mereka menyungkur sujud dan bertasbih serta memuji Tuhannya sedang mereka tidak menyombongkan diri. Lambung mereka jauh dari tempat ditidurnya sholat malam, sedang mereka berdo'a kepada Tuhannya dengan rasa takut dan harap dan mereka menafkahkan sebahagian dari rizki yang Kami berikan kepada mereka (QS.32:15-16). ==> Jangan lupa Tahajjud ya Mas...
  10. Seorang mungkin yang ikhlas akan berusaha sungguh-sungguh untuk mensucikan dirinya dari segala yang dilarang oleh Al-Qur'an demi meraih ridla Allah. Allah juga memberikan pilihan ke dalam jiwa manusia untuk melakukan perbuatan dosa dan maksiat tetapi juga diberi jalan untuk menghindarinya. "Dan jiwa serta penyempurnaannya, Allah mengilhamkan kepada jiwa itu ke jalan kefasikan dan ketaqwaannya, sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya (QS. Asy-Syam 91: 7-10). Sesungguhnya Kami telah menunjukki JALAN YANG LURUS tauhid, ada yang bersyukur dan ada pula yang kafir (QS Al Insan: 3). Ikhlas kepada Allah memiliki arti berusaha sungguh-sungguh untuk mendapatkan ridla Allah, tanpa mengharapkan keuntungan yang lain. Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam menjalankan agama dengan Lurus dan supaya mereka mendirikan SHOLAT dan menunaikan ZAKAT dan yang demikian itulah agama yang LURUS tauhid (QS. Al Bayyinah 98: 5)
Tole Sutikno - Electrical Engineering Department Copyright 2013