Tole Sutikno
Associate Professor, Dept. of Electrical Eng., Universitas Ahmad Dahlan

SCImago Journal Rank SCImago Journal & Country Rank
Anda Pengunjung ke:
Free Web Counters

Home > Spiritual Food > Jilid II

Jilid II



  1. Barangsiapa yang menghendaki kehidupan akherat dan berusaha ke arah itu dengan sungguh-sungguh sedang ia adalah mukmin, maka mereka itu adalah orang-orang yang usahanya dibalasi dengan baik (QS Al-Israa:19). Tekad dan kemauan yang kuat, mengerahkan segala daya dan kemampuan untuk memperbaiki diri, baik lahir maupun batin, niat dan maksudnya diarahkan untuk memperbaiki diri sesuai ketentuan Allah di alam ini berlaku. Allah pasti memberikan taufik bagi orang-orang yang mencari kebenaran dan Allah akan mengokohkan di atas jalan kebenaran itu serta menutup amalnya dengan kebaikan. Rasulullah bersabda: "Apabila Allah menghendaki kebaikan pada hambanya, maka Allah memanfaatkannya." Para sahabat bertanya, " Bagaimana Allah memanfaatkanya?" Nabi Muhammad SAW menjawab: "Allah akan memberikan taufik untuk beramal sholeh sebelum dia meninggal dunia" (HR. Ahmad, Tirmidzi). Sabda Nabi Muhammad SAW lainnya: "Barangsiapa menjadikan akherat sebagai NIAT UTAMANYA maka ALLAH akan menjadikan RASA KAYA pada HATINYA, urusannya akan dimudahkan dan dunia akan mendatanginya dengan cara yang mudah... dst (HR. At-Tirmidzi).
  2. Apabila kita benar2 ingin berjumpa dengan wajah Allah, maka hendaknya jangan mempersekutukanAllah. Amal ibadah yang dikerjakan berdasarkan ilmu yang benar sesuai dengan perintah Allah (Al Qur'an) dan tuntunan Rasulullah SAW sewaktu hidup di dunia mereka, yaitu: orang-orang yang sabar, yang benar, yang tetap ta'at, yang menafkahkan hartanya di jalan Allah dan yang memohon ampun di waktu "Sahur" (Al-Imran:17). Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa itu berada dalam taman-taman surga dan mata air, sambil menerima segala pemberian RABB mereka. Sesungguhnya mereka sebelum di dunia adalah orang-orang yang berbuat kebaikan. Di dunia mereka sedikit sekali tidur di waktu malam. Dan selalu memohon ampun di waktu pagi sebelum fajar (waktu Sahur) (Adz-Dzariyat:15-18). Wajah-wajah orang mukmin pada hari itu berseri-seri kepada Rabbnya-lah mereka melihat (Al- Qiyamah:22-23). Rasulullah SAW bersabda: Sungguh kalian akan melihat Rabb kalian, melihat bulan purnama, kalian tidak mengalami kesulitan dalam melihatnya (Muttafaqun'alaih).

Tole Sutikno - Electrical Engineering Department Copyright 2013